JAKARTA, TELISIK.ID - Meski menuai penolakan, DPR RI terus melanjutkan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker).
Ketua DPR-RI Puan Maharani pun memastikan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) akan dilakukan secara cermat, transparan, hati-hati dan terbuka pada masukan masyarakat.
Puan menegaskan, Omnibus Law bukan hanya untuk pemerintah saat ini, tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara saat ini dan di masa depan.
“Saya memantau perkembangan pembahasan RUU Cipta Kerja, bukan hanya klaster ketenagakerjaan, tapi semua klaster yang harus dibahas hati-hati, cermat, dan transparan, dan tentu membawa manfaat yang baik,” kata Puan di Jakarta, Rabu (30/9/2020).
Terkait klaster ketenagakerjaan, kata Puan, DPR RI menerima masukan dari masyarakat dan buruh, masukan dari pemerintah, serta masukan dari investor, dalam pembahasannya.
