Oleh sebab itu, dalam negara-negara berbahasa Inggris, Ketua Parlemen biasanya disebut “speaker” of the parliamet/house (Efriza & Syafuan Rozi, 2010).

Sudah semestinya sebagai wakil rakyat, ia dituntut bekerja untuk lebih banyak berbicara. Apalagi jika dikaitkan dengan merujuk parlemen dari bahasa Prancis yang diungkapkan sebagai “parler” yang artinya “untuk berbicara.” Suara Wakil Rakyat menunjukkan bentuk dari mewakili kondisi dan perasaan dari rakyat.

Namun, tak semudah itu bahwa simpatik publik dan poin positif dengan serta-merta sudah diraih sepenuhnya oleh Puan Maharani yang sedang “getol” mengkritik Pemerintah.

Keras di luar, Melempem ke Dalam

Kritik Puan terhadap pemerintah adalah hal positif. DPR memang salah satu fungsinya adalah berfungsi mengawasi kerja dari pemerintah. Jika kita amati berbagai kritik yang dilontarkan oleh Puan Maharani, sifatnya masih bersifat mitra.