Ini menunjukkan sudah tiga kali Pemilihan Umum (Pemilu) ia turut meramaikan pesta demokrasi. Keterpilihannya menjadikan dirinya sebagai legislator peraih suara tertinggi di antara 574 legislator terpilih.
Karir politiknya sebagai legislator amat mentereng dari menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan hingga terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai pembantu presiden yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat.
Begitu menterengnya karirnya. Hanya saja, ia belum dapat meyakinkan masyarakat untuk memperhitungkan namanya sebagai calon presiden. Poin inilah yang akhirnya, Puan Maharani, dianggap layak berkompetisi di Liga 2, sebagai calon wakil presiden.
Namun, cerita Puan Maharani sekarang ini mungkinkah dapat diperhitungkan layaknya tim Premier League, Arsenal. Puan Maharani punya Mahakarya layaknya Arsenal dengan status “The Invincibles,” namun kisah ini sempat mengerutkan dahi ketika Arsenal mengalami posisi berada di dasar klasemen di awal musim 2021/2022 ini.
