Persepsi publik memang menempatkan Puan Maharani dalam posisi tidak menguntungkan bagi dirinya untuk berpartisipasi sebagai calon presiden. Puan Maharani dalam benak pikir masyarakat dan tingkat internal grass root PDI Perjuangan, dipersepsikan hanya sebagai anaknya Megawati Soekarnoputri, mantan presiden kelima negara ini.
Jabatan-jabatan mentereng yang pernah dan sedang dijalankannya, tidak menyebabkan mendongkrak elektabilitas dirinya. Bukan sekadar karena faktor adanya Ganjar Pranowo yang lebih berkilau dibanding dirinya.
Sehingga, Puan Maharani hanya menempati posisi buncit. Tetapi lebih disebabkan karena adanya keraguan publik terhadap sosok Puan Maharani. Keraguan ini dari persepsi di masyarakat dan lingkup internal PDI Perjuangan sebagai konstituen sekaligus grass root partainya.
Persepsi Internal PDI Perjuangan Terhadap Puan Maharani
Elektabilitas Puan Maharani di posisi buncit klasemen calon presiden, disebabkan karena pembawaan diri dari Puan Maharani yang bersifat elitis. Puan Maharani juga bukan figur yang mudah membaur terhadap masyarakat bahkan kepada konstituen dari internal partainya sendiri.
