Puan bagi lingkup internal konstituen PDI Perjuangan utamanya grass root partai. Ia bukanlah sosok yang easy going (terbuka), mudah bergaul, luwes, supel dan ramah. Ia juga dianggap tak rajin “berkeringat bersama” dengan konstituennya.  

Puan juga bukan sosok yang “diterima” oleh konstituen PDI Perjuangan di tingkat grass root, jika dibandingkan dengan sosok kakak tirinya yakni Prananda Prabowo, yang baru tampil di perpolitikan pada 2010 silam.

Baca Juga: Menyikapi Wacana Penundaan Pemilu 2024

Figur diri Puan yang elitis ini, juga ditunjang dengan ketidakmampuan dirinya sebagai sosok komunikator ulung layaknya ibunya Megawati Soekarnoputri maupun kakeknya Soekarno presiden RI pertama.  

Elektabilitas Puan Maharani juga tidak dapat meningkat di lingkup konstituen PDI Perjuangan disebabkan oleh banyak faktor seperti: figur elitis dari Puan Maharani, ketidakmampuan Puan Maharani merangkul konstituennya sendiri, persaingan dengan Ganjar Pranowo yang bukan saja populer tetapi juga ia lebih dapat merangkul konstituen internal partainya.