Baca Juga: Minimnya Narasi Kebangsaan
Mereka menganggap Puan sudah berkiprah lama di politik di bandingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) misalnya, juga sudah merasakan berbagai jabatan prestisius sebagai Ketua Fraksi DPR –Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia –tetapi prestasi dan kesuksesan capaian Puan Maharani atas kinerjanya juga tak terungkap bahkan menjadi ingatan yang melekat di publik.
Puan memang menghadapi persepsi negatif, ia terhalang oleh dua persepsi yang tak menguntungkan untuk dirinya yakni keraguan masyarakat akan kemampuan perempuan memimpin republik ini dan juga oleh persepsi negatif bahwa kehadiran Puan dalam bursa capres 2024 ini lebih disebabkan karena anak dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri semata.
Miris melihat realitas tersebut, Puan Maharani seperti menyia-nyiakan kesempatan dan beragam jabatan yang telah hadir kepada dirinya sebagai politisi PDI Perjuangan. Wajar akhirnya, Ganjar Pranowo lebih memperoleh sentimen positif di masyarakat maupun konstituen internal PDI Perjuangan. (*)
