JAKARTA, TELISIK.ID - Selama Ramadan, puasa tak hanya bermakna ibadah, tetapi juga disebut membantu menjaga kesehatan reproduksi serta meningkatkan peluang kehamilan pasangan.
Perubahan ritme makan dan istirahat selama berpuasa membuat tubuh menyesuaikan kembali sistem metabolisme secara bertahap. Dalam proses tersebut, sejumlah fungsi biologis, termasuk keseimbangan hormon dan kerja organ reproduksi, ikut mengalami penataan ulang.
Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap kesehatan kesuburan, baik pada perempuan maupun pria, terutama jika pola makan tetap terkontrol dan kebutuhan gizi terpenuhi.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Ganot Sumulyo, menjelaskan bahwa puasa memiliki keterkaitan dengan stabilitas hormon reproduksi.
Ia menerangkan, jeda makan dalam periode tertentu membantu tubuh memperbaiki sensitivitas insulin sehingga metabolisme menjadi lebih efisien. Menurutnya, kondisi ini mendukung fungsi ovarium serta proses ovulasi yang lebih teratur.
