Bagi pria yang memiliki gangguan kualitas sperma, ia menyarankan menghindari kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi tersebut.
Rokok, alkohol, makanan bakaran, serta stres berkepanjangan disebut dapat mengganggu proses spermatogenesis atau pembentukan sel sperma.
Dalam konteks pasangan yang menjalani program hamil atau promil, pengaturan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula sederhana juga menjadi perhatian. Menurutnya, pola makan dengan indeks glikemik tinggi dapat memengaruhi kadar gula darah sekaligus berdampak pada kualitas sperma dan keseimbangan hormon.
"Makanan berlemak seperti gorengan, gula berlebih, dan makanan dengan indeks glikemik tinggi perlu dihindari karena dapat menurunkan kualitas sperma," paparnya.
Ia kemudian merekomendasikan beberapa jenis makanan yang dinilai mendukung kesehatan reproduksi, antara lain protein berkualitas dari daging tanpa lemak, ikan berlemak, telur, tahu, dan tempe.
