Baca Juga: Beda Ciri Khas Ruam Sifilis dan HIV, Berikut Fakta Medisnya

Lemak sehat seperti omega-3, minyak zaitun extra virgin, serta alpukat juga dianjurkan untuk membantu fungsi sel tubuh. Sementara itu, karbohidrat kompleks seperti oat, quinoa, dan beras merah dapat menjaga kestabilan gula darah.

Sayur dan buah kaya antioksidan, sumber zinc dan folat, selenium, CoQ10, serta produk fermentasi seperti yogurt, kefir, dan tempe turut disarankan sebagai pelengkap pola makan. Menurutnya, kombinasi nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kualitas sel telur, sperma, serta kesehatan organ reproduksi secara umum.

Ganot menegaskan, menjaga berat badan ideal tetap menjadi faktor penting dalam perencanaan kehamilan. Obesitas maupun berat badan terlalu rendah sama-sama dapat menurunkan peluang kesuburan.

Karena itu, puasa yang dijalankan dengan pengaturan gizi, istirahat cukup, dan pengendalian stres dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi secara menyeluruh. (C)