Untuk lebih menyempurnakannya, Nabi menganjurkan berpuasa juga pada hari ke-9 (Tasu'a) guna menyelisihi praktik Yahudi dan Nasrani yang hanya memuliakan hari ke-10.
Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah berpuasa Asyura dan memerintahkan sahabatnya, serta berencana menambahkan puasa Tasu'a pada tahun berikutnya.
Beberapa keutamaan lain puasa Muharram meliputi:
- Pahala berlipat: Puasa satu hari di Muharram disebutkan setara dengan pahala puasa 30 hari menurut sebagian riwayat, dilansir dari NU Online, Jumat (20/6/2026).
- Pengampunan dosa kecil: Khususnya puasa Asyura yang diharapkan menghapus dosa satu tahun sebelumnya.
