JAKARTA, TELISIK.ID - Memasuki usia 40 tahun, sebagian orang merasakan perubahan emosional, fisik, dan dorongan hubungan ranjang yang meningkat, sering disebut puber kedua.
Meski populer di masyarakat, istilah ini tidak dikenal medis. Dokter menjelaskan fenomena tersebut terkait krisis paruh baya, perubahan hormon, kondisi psikologis, serta dinamika relasi dan kesehatan pada usia dewasa menengah.
Memasuki usia paruh baya sering kali membawa perubahan yang tidak hanya terasa pada kondisi fisik, tetapi juga pada cara seseorang memandang hidup, relasi, dan dirinya sendiri.
Fenomena yang disebut puber kedua sering dikaitkan dengan usia 40 tahun ke atas. Pada fase ini, individu dianggap kembali mengalami kegelisahan seperti saat remaja, mulai mempertanyakan keputusan hidup, hingga muncul keinginan melakukan perubahan besar.
Namun, dalam dunia medis, istilah puber kedua sebenarnya tidak dikenal sebagai suatu kondisi biologis yang berdiri sendiri.
