“Tegantung selera saja, bisa langsung dimakan bersama teh atau kopi atau dimakan sebagai pengganti nasi, jadi dimakan dengan ikan bakar atau parende,” pungkas Dariani, salah seorang penikmat pucu.
Bagi pecinta kuliner dan penggemar makanan tradisional, pucu merupakan kuliner yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Pulau Buton. Kelezatan dan kenyalnya makanan ini, dengan bahan dasar kaopi yang unik, membuatnya menjadi warisan kuliner yang patut dipertahankan dan dijaga eksistensinya. (A)
Penulis: Sofi Insan Wardani
Editor: Haerani Hambali
