Tak hanya itu, Jokowi juga mengingatkan KPU tentang potensi kesalahan dalam penghitungan suara, baik yang disebabkan oleh faktor manusia maupun masalah pada sistem informasi dan teknologi. Menurutnya, setiap proses dalam Pilkada harus dijalankan dengan akuntabilitas yang tinggi untuk menjaga kualitas demokrasi.
Baca Juga: KPU Muna Rumuskan Tagline Pilkada
"KPU adalah pengawal utama kualitas demokrasi elektoral. Jadi, tolong laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, dengan penuh dedikasi, dengan seluruh kehormatan dan integritas," tegas Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan bahwa tugas KPU tidak hanya berhenti pada pemilihan legislatif dan presiden, tetapi juga mencakup pemilihan kepala daerah.
Pilkada Serentak 2024 diprediksi akan menjadi tantangan besar bagi KPU, mengingat jumlah pemilih yang jauh lebih besar dibandingkan Pemilu Serentak 2024. Pilkada kali ini akan mencakup 508 pemilihan tingkat kabupaten/kota dan 37 pemilihan tingkat provinsi, dengan total pemilih yang diperkirakan mencapai 200 juta orang. (C)
