"Jadi, setelah menerima pengaduan itu, pelaku kami amankan di seputaran lokasi kejadian dan membawanya ke markas komando untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Menurut pengakuan DI, pemukulan itu dilakukannya karena menduga orang yang berada di balik terpal hendak mencuri. Tapi karena pelaku menghilangkan nyawa orang lain, dia dianggap melanggar undang-undang.

"Seharusnya, setelah satu orang melompat keluar, DI menghentikan pemukulan yang dilakukannya dan melihat apa yang ada di dalam, namun dia tetap melakukan pemukulan sampai akhirnya korban tidak berdaya dan meninggal dunia," tuturnya.

AKBP Faisal menambahkan bahwa jenazah korban sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan dan pelaku sudah dilakukan penahanan.

"Iya, pelaku dilakukan penahanan dan dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," terangnya.