Jumarliana sempat sok ketika mengetahui laptop beserta uang sebesar Rp 2,5 juta milik sekolah raib digasak maling.
“Begitu masuk saya kaget, laptop sudah tidak ada. Uang dalam lemari juga hilang. Untuk sekarang hanya itu yang hilang, saya belum merapikan (cek, red) barang lain," ujarnya.
Korban menduga maling masuk melalui pintu depan. Hal ini terkuak setelah ia memeriksa dan mengetahui pintu jendela rumah dinas tidak ada yang rusak.
Jumarliana berharap pelaku dapat ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal. Dia pun berharap barang yang diambil dapat ditemukan dan dikembalikan.
Baca Juga: Mantan Kades di Kolaka Timur Terbentur Tembok Bendungan Sungai Lalu Tenggelam
