WAKATOBI, TELISIK.ID - Pulau Hoga merupakan satu dari sejumlah destinasi wisata terumbu karang terbaik yang ada di Wakatobi. Namun semenjak pandemi menyerang dunia, pulau yang masuk dalam segi tiga karang dunia ini sepi pengunjung.

Sepinya pengunjung itu berdampak pada menurunnya penghasilan para pengusaha homestay di pulau seluas 1.390.000 ha tersebut. Bahkan, beberapa bangunan homestay terlihat telah menjadi bangkai yang dikelilingi tumbuhan liar. Tak hanya itu, sebuah ruang pertemuan yang terbuat dari kayu dan bambu juga terlihat berdebu lantaran tak terurus. Bahkan beberapa homestay tak terawat terlihat hanya ditutup menggunakan tumpukan ranting pohon tua yang tersusun rapi seperti sampah.

Salah satu penjaga yayasan Penyelenggara Asosiasi Dive Traning (Padi), Keyla mengungkapkan, kondisi seperti ini sudah berlangsung lama. Dan itu sangat berdampak pada penghasilan mereka.

"Kondisinya seperti yang terlihat sekarang, tidak ada tamu. Karena itu pemasukan kita juga tidak ada," ungkap Keyla saat ditemui di pulau Hoga belum lama ini.

Kata dia, pendapatan yang mereka peroleh biasanya satu juta lebih dalam sebulan. Dan ini sudah dianggap cukup untuk hidup. Namun sejak COVID melanda, pemasukan mereka sama sekali tak ada.