Selain itu juga dihadiri oleh mahasiswa dari Universitas Halu Oleo, Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara, dan Institut Agama Islam Negeri. Dalam pengantar pelatihan, Jumrana penanggung jawab Pelatihan Prebunking Mafindo menyebutkan bahwa prebunking adalah upaya antisipasi dalam menangkal hoaks lama bersemi kembali dan mengisi gap informasi yang terjadi akibat kurangnya informasi yang tersedia bagi masyarakat.
Baca Juga: JMSI Luncurkan Aplikasi SemuaNews untuk Hindari Hoaks dan Ujaran Kebencian
Salah seorang fasilitator, Rahmawati, menjelaskan strategi prebunking melalui tahap prediksi, produksi, dan diseminasi. Prediksi dilakukan dengan memeriksa gap informasi, hoaks-hoaks daur ulang, aturan-aturan dan kebijakan, serta mencermati google trends, social network analysis, laporan manual dan lain-lain.
Materi-materi tersebut menjadi bahan untuk memproduksi prebunking. Selanjutnya adalah melakukan diseminasi hasil prebunking tersebut ke berbagai platform. Pelatihan prebunking yang dilaksanakan berbasis Learning Management System (LMS) ini juga menghadirkan fasilitator-fasilitator Cecep Ibrahim, Fera Tri Susilawaty, dan Fadli Anshar.
Dalam LMS peserta mengerjakan tugas-tugas berbasis internet. Perhatian yang luar biasa ditunjukkan oleh peserta, yang antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. (A)
