KENDARI, TELISIK.ID - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kendari menggelar unjuk rasa di perempatan kampus Universitas Halu Oleo (UHO). Mereka menolak kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan IPI (Iuran Pembangunan Institut), Kamis (29/5/2024)
Aksi ini diinisiasi oleh Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Kendari, merupakan sebuah upaya visioner yang mereka suarakan untuk merevisi paradigmatik sistem pendidikan nasional agar selaras dengan cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam konstitusi yakni menjadi bangsa cerdas, sekaligus berkeadilan sosial, damai dan merdeka.
Lebih lanjut EK-LMND Kendari menanggapi isu trending di media sosial terkait kenaikan UKT dan IPI. Kenaikan itu dianggap tak lazim serta tak berperikemanusiaan. Pendidikan seharusnya menjadi hak setiap warag negara dari latar belakang manapun.
Pernyataan kontroversi Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim dengan menaikkan UKT dan IPI serta pernyataan salah satu pejabat Menteri Pendidikan yang mengatakan bahwa kuliah tidak wajib (kebutuhan tersier), menurut EK-LMND Kendari sangat tidak wajar dan tidak sesuai kondisi objektif saat ini.
Ketua EK-LMND Kota Kendari, Halim mengatakan, sekalipun ada informasi pembatalan kenaikan UKT, tidak menjamin kemungkinan ke depannya UKT tidak akan dinaikkan.
