Bahkan, lanjutnya, pihak kontraktor melakukan penutupan muara sungai secara diam-diam tanpa berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
"Mereka menutup muara sungai sekitar jam 1 malam, tanpa sepengetahuan masyarakat nelayan dan pemerintah desa. Sementara di dalam muara sungai masih banyak perahu nelayan, karena itu hari ini kami lakukan aksi protes ke pihak kontraktor," tukasnya.
Dikatakannya, masyarakat nelayan sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak kontraktor, pemerintah kecamatan, dan perwakilan pemerintah daerah namun tidak ada respon.
"Jadi kalau perahu nelayan yang masih di dalam muara itu mau dikeluarkan maka pihak kontraktor wajib membuka kembali muara sungai yang sudah ditutup dan jangan ditutup lagi sebelum pemerintah membuat tambak labuh sementara untuk nelayan," bebernya.
Akibat penutupan muara sungai secara sepihak oleh pihak kontraktor, masyarakat nelayan di Desa Lametuna tidak lagi melaut.
