Nomor antrian sendiri bisa diperoleh secara online dan offline. Antrian ortopedi juga sangat terbatas maksimal 20 pasien per hari.
"Sehingga saling berebut nomor antrian untuk yang offline," ujarnya.
Agar keributan tidak berujung perkelahian, dr Sukarman mengatakan, meminta dokter spesialis ortopedi untuk melayani seluruh pasien yang ada.
Baca Juga: Vaksinasi Capai 66,26 Persen, Pemkot Kendari Target Herd Immunity Akhir Tahun
Untuk diketahui, Dokter Ortopedi adalah dokter yang memiliki fokus untuk menangani cedera dan penyakit pada sistem muskuloskeletal tubuh, mencakup tulang, sendi, tendon, otot, dan saraf.
