Salah satu barisan yang menjadi sorotan tahun ini adalah SLB Negeri 1 Baubau. Dipimpin Rahman, atau yang akrab disapa Okky Boy, mereka membawa semboyan “Bisa” yang tercermin dalam langkah rapi dan penuh percaya diri. Penampilan mereka memikat penonton dari awal hingga akhir.

Namun di balik kemeriahan, GJI 2025 menyisakan catatan serius. Jadwal yang seharusnya selesai sore hari molor hingga larut malam. Barisan terakhir berupa marching band penutup baru mencapai finis sekitar pukul 22.00 Wita. Durasi panjang ini berbeda jauh di banding tahun-tahun sebelumnya, di mana kegiatan biasanya berakhir sekitar pukul 17.00 Wita.

Baca Juga: Kalego, Rambi Wuna dan Bola Gotong jadi Magnet di Perayaan HUT ke-66 Muna dan HUT ke-80 RI

Seperti yang diceritakan oleh Zein, salah seorang warga Baubau yang rutin menyaksikan GJI setiap tahunnya. Biasanya, akan dilanjutkan keesokan harinya bila belum rampung. Lamanya waktu pelaksanaan berdampak pada kesehatan peserta.

Puluhan siswa tumbang di tengah jalan, sebagian pingsan karena kelelahan. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Wajo, Puskesmas Wolio, serta RSUD Palagimata. Sebagian lainnya sempat mendapat pertolongan darurat dari rekan setim menggunakan obat seadanya sebelum tim medis tiba. Salah satu yang pingsan adalah komandan barisan KKTB, yang bahkan juga berteriak histeris hingga harus dibopong ke rumah keluarga.