Karnaval, seperti yang sukses digelar di Jember hingga Rio de Janeiro, dinilai dapat menghadirkan tontonan menarik sekaligus mempersingkat durasi. Konsep ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata baru bagi Baubau. Dengan demikian, semangat perayaan tetap terjaga, namun dikemas lebih segar dan tertata.
Meski penuh catatan, semangat para peserta patut diapresiasi. Dari langkah tegap barisan pelajar, kreativitas kostum komunitas, hingga hentakan drum marching band, semua menyatukan warga dalam euforia kemerdekaan. GJI 2025 menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat Baubau terhadap kegiatan budaya masih sangat tinggi.
Malam itu, sorak-sorai penonton tetap terdengar meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 Wita. Lampu-lampu jalan dan cahaya dari kamera ponsel penonton menerangi langkah-langkah terakhir barisan penutup. Tepuk tangan panjang mengiringi momen akhir, menandai penutupan GJI 2025.
Baca Juga: Ini Enam Paket Proyek Miliaran Rupiah di Muna Telah Teken Kontrak dan Satu Proses Tender
Bagi mereka yang tumbang, pengalaman ini menjadi pelajaran tentang pentingnya persiapan fisik dan teknis sebelum berlomba. Bagi panitia, ini menjadi peringatan bahwa antusiasme besar harus diimbangi dengan manajemen yang matang.
