Kota Baubau, yang setiap tahun menantikan GJI sebagai salah satu puncak perayaan, kini dihadapkan pada pertanyaan: bagaimana membuat tradisi ini tetap hidup tanpa mengulang masalah yang sama? Jawabannya mungkin ada pada evaluasi yang dijanjikan pemerintah kota.
Tradisi yang telah mengakar puluhan tahun ini memang punya daya tarik tersendiri. Tetapi, seperti halnya tradisi lain, ia perlu beradaptasi dengan tuntutan zaman. Pembenahan format, durasi, dan jumlah peserta adalah langkah penting agar GJI di tahun-tahun mendatang bisa tetap menjadi kebanggaan tanpa harus berakhir larut malam.
Bila pembenahan itu berhasil, mungkin di tahun depan GJI akan kembali menjadi momen kegembiraan yang murni—penuh tawa, sorakan, dan langkah tegap—tanpa bayang-bayang kelelahan yang berlebihan. Untuk saat ini, GJI 2025 akan diingat sebagai tahun di mana Baubau berjalan jauh, sangat jauh, hingga malam menutup perayaannya. (B)
Penulis: Eka Putri Puisi
Editor: M Nasir Idris
