"Drainase tidak mampu menampung volume air dan meluap ke jalan-jalan, hingga masuk ke rumah warga," terangnya, Rabu (29/3/2023).
Hal itu diperparah dengan banyaknya drainase perumahan penduduk tidak memiliki muara dan hanya menjadi tempat genangan air. Bahkan di beberapa titik sengaja ditimbun untuk lalu lalang kendaraan pengangkut material pembangunan rumah.
Adapun di Dusun IV Desa Sulaho sebanyak 20 rumah terdampak limpasan air bercampur lumpur dari area pertambangan setempat. Ketinggian air terparah mencapai pangkal paha orang dewasa.
"Itu selama tiga jam lamanya. Di sini warga jadi langganan banjir lumpur setiap tahun," kata Kepala Dusun IV Desa Sulaho, Abdullah.
Di Tojabi sendiri, tercatat 50 rumah terendam luapan sungai karena dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
