Keluhan serupa juga dilaporkan dialami murid dari sejumlah sekolah dasar di sekitar wilayah tersebut. Mereka di antaranya berasal dari SD Negeri 1 Angata dan SD Negeri 4 Angata.
Banyaknya siswa yang membutuhkan pertolongan membuat pelayanan dik Puskesmas Motaha dipadati pasien. Keterbatasan ruang perawatan dan tempat tidur menyebabkan sebagian siswa terpaksa ditangani di atas alas karpet yang dibentangkan di lantai.
Petugas medis memberikan penanganan sesuai kondisi pasien. Sejumlah siswa terlihat mendapatkan cairan infus dan bantuan oksigen, sementara orang tua mereka menunggu perkembangan kondisi anak-anaknya.
Di antara laporan yang muncul, terdapat pula siswa yang disebut mengalami kejang. Namun, kondisi medis siswa tersebut dan kaitannya dengan kejadian yang dialami para pasien lainnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Menyusul kejadian tersebut, pihak SMAN 10 Konawe Selatan memutuskan menolak sementara distribusi MBG pada hari kejadian. Langkah itu diambil setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan perawatan.
