Lebih lanjut, Hamsir mengungkapkan, program itu untuk mengingatkan jika sekolah bukan hanya milik orang-orang mampu, tapi milik semua kalangan.
Sementara penerima bantuan tersebut, diseleksi langsung pihak sekolah melalui berbagai metode, salah satunya wawancara siswa terkait kelayakan penerimaan bantuan, memberikan bukti administrasi berupa surat keterangan tidak mampu dari lurah, dan yang memiliki kartu keluarga sejahtera (KKS).
Penerima bantuan terdiri dari 28 siswa kurang mampu, didampingi langsung oleh orang tua masing-masing.
Baca Juga: Peran Pemerintah Lindungi Lingkungan di Kawasan Tambang Sulawesi Tenggara
Salah satu siswa yang menerima bantuan Kezia mengaku, sangat bersyukur dan merasa terbantu dan dapat meringankan biaya sekolahnya.
