KENDARI, TELISIK.ID - Puluhan truk pengangkut pasir menduduki halaman Kantor DPRD Kota Kendari, Senin (15/9/2025).
Aksi tersebut dilakukan oleh sopir-sopir truk dan warga dari Kecamatan Nambo sebagai bentuk protes terhadap penutupan aktivitas pengelolaan pasir di wilayah mereka oleh pihak kepolisian.
Penutupan tambang rakyat tersebut telah berlangsung selama 5 hari terakhir, mengakibatkan terhentinya mata pencaharian warga yang selama ini bergantung pada kegiatan pengambilan dan pengangkutan pasir.
"Kami hanya masyarakat kecil. Kalau muat satu ret pasir, paling-paling dapat Rp 20.000. Dalam sehari bisa dapat sekitar Rp 60.000, itu pun sudah paling tinggi. Itu yang kami pakai untuk makan, sekolah anak-anak, semua dari situ," ungkap Rostina, salah satu ibu yang turut bekerja memuat pasir ke atas truk.
Rostina meminta pemerintah untuk meninjau ulang keputusan penutupan tambang dan memberikan kepastian hukum agar masyarakat bisa kembali bekerja dengan aman dan terlindungi.
