Aksi saling lemparpun tak bisa dihindarkan. Dua orang massa aksi dikabarkan mengalami luka hingga dilarikan di puskesmas terdekat.

Baca Juga: MODENA Kendari Buka Lowongan Kerja Posisi Ini, Buruan Daftar

"Kami kan ingin bertemu dan diskusi dengan ketua pengadilan tapi dihalang. Ada, saya punya anggota itu dipukul dan dibawah di rumah sakit," kata Dedi Walengke, kordinator aksi yang lain.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Pengadilan Negeri Kendari. Sementara massa aksi masih bertahan di halaman kantor pengadilan dan membakar ban dikawal pihak kepolisian yang berjaga-jaga. (B)

Penulis: R. Anugrah