WAKATOBI, TELISIK.ID - Penyu merupakan hewan yang unik. Ia menghabiskan masa hidupnya di laut, namun ketika hendak bertelur, akan naik ke pantai.
Populasinya yang semakin berkurang karena berbagai ancaman, membuatnya menjadi satwa yang dilindungi dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.
Salah satu upaya untuk mencegah kepunahan penyu adalah dengan melakukan kegiatan konservasi seperti monitoring, penyuluhan, dan pembuatan demplot pembesaran penyu.
Untuk mendukung kegiatan konservasi tersebut, Taman Nasional Wakatobi mengenalkan cara konservasi penyu kepada rombongan wisatawan mancanegara di Demplot Penetasan Semi Alami Spesies Penyu yang berada di Kelurahan Waha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi.
Rombongan tersebut merupakan wisatawan asing dari kapal LOB Seven Seas yang terdiri dari 15 orang yang berasal dari Amerika Serikat (USA), Afrika Selatan dan Spanyol.
