"Sehingga menimbulkan kebingungan dan bahkan perpecahan," ucapnya.
Dalam kondisi yang penuh tekanan ini kata dia, media-media harus secepatnya bertransformasi, harus semakin inovatif meningkatkan teknologi untuk mengakselerasi pertumbuhan yang sehat.
Jokowi juga berpesan agar, pers Indonesia harus mampu memperbaiki kelemahan, sampai melanjutkan agenda-agenda besar bangsa, menguatkan pijakan untuk melompat lebih tinggi dan mampu berselancar di tengah-tengah perubahan.
"Mempercepat transformasi digital untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas, lebih cepat tapi tetap akurat dan tidak terjebak pada sikap pragmatis yang menggerus integritas kita," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, keberadaan pers selama ini sangat strategis sebagai salah satu pilar pembangunan dan pilar ke empat demokrasi. Sehingga sudah menjadi kebutuhan negara, pemerintah dan masyarakat.
