BAUBAU, TELISIK.ID – Kemeriahan pagelaran seni Yayasan Kesenian La Ode Umuri Bolu memukau warga di Lapangan Merdeka, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (27/7/2025) malam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari festival budaya yang telah berlangsung sejak 25 Juli 2025, dengan dukungan dana dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX. Pagelaran tahun ini mengusung tema Minakai Kulese Membali Rohi yang bermakna dari akar ke roh, sebagai simbol perjalanan dan penghayatan budaya.

Ketua Yayasan Kesenian La Ode Umuri Bolu, Wa Ode Nini Bolu menjelaskan, puncak pagelaran tari menjadi perhatian utama karena mengangkat kisah perempuan Wa Ode dalam balutan seni tari kontemporer.

“Persiapan hanya tiga hari, tapi kami berusaha membangun emosi dengan penonton. Tari ini bukan hanya hiburan, tapi membawa pesan tentang perempuan Wa Ode,” ungkapnya.

Tari berjudul Wa Ode ini dimainkan oleh lima penari perempuan yang mengenakan busana putih dengan rok tenun khas Buton. Dibawakan dalam bentuk kontemporer, tarian berdurasi sekitar 30 menit ini merupakan adaptasi dari karya koreografer saat menyelesaikan studi S2-nya.