Dalam upaya penanganan, Dinas PUPR telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya normalisasi saluran drainase, pembersihan titik sumbatan, serta penyusunan rencana pembangunan sistem pengendali banjir yang lebih modern.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembangunan kolam retensi permanen dengan sistem buka-tutup pintu air untuk mengendalikan debit saat hujan ekstrem.
Selain itu, Jayadi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga fungsi lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan aliran air. Ia menyebut, kondisi drainase tidak hanya dipengaruhi faktor teknis, tetapi juga perilaku lingkungan di sekitar kawasan.
“Drainase bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Sampah dan perubahan aliran air juga sangat mempengaruhi,” katanya.
Baca Juga: Truk Kontainer Tabrak Pohon hingga Tumbang di Kendari Usai Hindari Minibus Hilang Kendali
