Masyarakat sudah banyak yang mengembangkan pupuk kompos dan sudah membuktikan keunggulan yang didapatkan daripada menggunakan pupuk kimia.
Salah satunya adalah Gito yang dulunya adalah petani sayuran dengan lahan yang cukup luas. Sudah sejak 2017 dia meninggalkan pupuk kimia, dan beralih ke pupuk kompos.
"Saya dulunya suka pakai pupuk kimia Urea, Npk dan sebagainya. Tahun demi tahun pupuknya bukan hanya semakin mahal, tapi semakin susah dicari dan sekarang malah dijatah untuk pengambilannya," ungkapnya.
Ditambahkan, menggunakan pupuk kompos memang prosesnya agak lama, tidak seperti pupuk kimia, hari ini kita tabur hari ini kelihatan perbedaannya. Kalau pupuk kompos mempunyai proses yang lama tapi jangka panjang untuk kesuburan tanah.
"Pupuk kompos itu mempunyai daya ikat tanah terhadap air, makanya dapat menyimpan air lebih lama. Itu menyebabkan tanah tidak mudah kering pada lapisan tanah," ungkap Gito.
