“Kami sudah exercise sampai kalau harga minyak naik ke US$92/barel, apa dampaknya ke defisit? [akan] naik ke 3,6%-3,7% kalau enggak salah, dari PDB, itu kalau kita enggak ngapa-ngapain,” kata Purbaya dalam media briefing, seperti dikutip dari Blomberg, Senin (9/3/2026).
Pemerintah, kata dia, tidak ingin kondisi tersebut terjadi. Karena itu sejumlah opsi penghematan mulai dipertimbangkan sebagai langkah penyesuaian belanja negara agar defisit tetap berada dalam kisaran yang diizinkan oleh undang-undang.
“Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan di mana? Misalnya penghematan di MBG,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Warning Penularan Campak Jelang Libur Lebaran 2026, Begini Penjelasan Kemenkes
Meski membuka opsi efisiensi, Purbaya menegaskan pemangkasan anggaran tidak akan menyentuh komponen utama program MBG yang berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.
