Program MBG dirancang untuk menjangkau kelompok tertentu seperti anak sekolah, ibu hamil, serta lansia yang membutuhkan dukungan gizi tambahan. Karena itu, penghematan diarahkan pada belanja pendukung yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan distribusi makanan.

“Yang jelas MBG programnya bagus, tapi kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu. Misalnya beli motor untuk seluruh SPPG atau pembelian komputer,” jelas Purbaya.

Selain efisiensi pada program MBG, pemerintah juga mempertimbangkan penjadwalan ulang sebagian belanja infrastruktur yang bersifat multi-years. Langkah ini dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan fiskal tanpa menghentikan proyek yang sudah direncanakan.

Menurut Purbaya, beberapa proyek di Kementerian Pekerjaan Umum berpotensi digeser pelaksanaannya ke tahun berikutnya. Proyek yang dimaksud mencakup pembangunan jembatan, fasilitas pendidikan, serta program infrastruktur lainnya yang masih memungkinkan dijadwalkan ulang.

“Misalnya di Kementerian PU, mungkin ada belanja-belanja yang bisa digeser ke tahun depan. Macam-macam program yang mereka punya kan, jembatan, ada sekolah,” ucap dia.