KENDARI, TELISIK.ID - Jumlah penyandang autisme dan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terus bertambah dan biaya terapi yang sangat mahal merupakan latar belakang hadirnya Pusat Layanan Autis Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pusat Layanan Autis Sultra yang berlokasi di Jalan Kijang, Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, diresmikan pada 20 September 2014 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.

Kepala Seksi Pelayanan Pusat Pelayanan Autis Sultra, Nur Rahmi, mengatakan bahwa Pusat Pelayanan Autis Sultra tidak hanya melayani anak yang mengalami autis, tetapi juga berbagai macam anak berkebutuhan khusus tanpa dipungut biaya alias gratis.

Baca Juga: Rupa Coffee Kendari: Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Tapi Juga untuk Tempat Bekerja

"Di sini itu bukan hanya penderita autis saja, akan tetapi ada juga speech delay (keterlambatan berbicara), ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) yaitu gangguan perkembangan saraf anak, dan ada juga down syndrome (kelainan genetik)," ujar Nur Rahmi, Senin (5/1/2025).