Lalu kemudian fase kontrap. Pada fase itu Melki dituntut untuk menjalin hubungan saling percaya dengan si penderita dan membangun komunikasi intens tanpa sebuah pengingkaran.

Setelah itu masuk pada fase terakhir, yakni fase terminasi atau pengobatan.

Betapa sulitnya Melki melewati fase-fase ini bersama ODGJ. Namun ia tetap tabah dan memahami bahwa itu merupakan sebuah risiko profesi yang harus ia hadapi.

Kendati tidak punya hubungan keluarga dengan ODGJ, suka duka Melki di lapangan lahir dari rasa prihatin dan tanggung jawab moril yang harus ia jalani selagi masih dipercaya.

Ia berharap, perjuangan ini juga menjadi motivasi awal bagi kesembuhan Bergita Yolvia Elvi.