Selain itu, dia juga meminta masyarakat melakukan 3M yakni menguras, menutup dan dan mendaur ulang barang bekas yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Sementara itu, Programer DBD Nuriman Diana menjelaskan, untuk penanganan kasus DBD ditindak langsung bersama tim progres, kesling dan P2 (penanggulangan penyakit) itu adalah tim penyelidikan epidemologi (PE) lapangan.

Kemudian melakukan penyuluhan DBD seperti pencegahan dan penanggulangan. Memberikan bubuk abatisasi pada warga di wilayah kerja Puskesmas Poasia, tujuannya untuk dituangkan pada bak mandi dan tempat penampungan air besar yang tertutup dan tidak tertutup.

Baca Juga: DBD Mengancam, Polres Muna Lakukan Fogging

Abatisasi yaitu pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi, jambangan bunga dan sebagainya dengan tujuan membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD.