Ditunjuknya Puskesmas Sabulako untuk disurvei yang pertama, ujar wanita berjilbab itu, merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan Konawe Selatan. Pihaknya hanya sebagai tim surveyor, yang mana, ketika dinyatakan udah siap disurvei, maka memungkinkan kelengkapan persyaratan sudah lebih baik dan lengkap.
“Semoga apa yang diharapkan bisa menjadi kenyataan,“ harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Konawe Selatan, dr Ivatria Isana, menyerahkan sepenuhnya hasil survei ke Laskesi, pihaknya sudah maksimal mempersiapkan hal hal yang menjadi persyaratan dalam survei tersebut.
Bagi dinas kesehatan, survei tersebut bukan menjadikan faktor layak atau tidaknya sebuah Puskesmas, tetapi sebagai rujukan untuk untuk bisa menjalankan pelayanan sesuai standar yang dikeluarkan Menteri Kesehatan.
“Bukan hanya dalam gedung tapi juga semua aspek yang ada di area Puskesmas. Kriteria manajemen, admin hingga pelayanan medis, kami sudah melakukan pendampingan. Jadi lulus atau tidak, tergantung hasil penilaian nantinya. Kan penilaian itu ada strata penilaian dari dasar hingga strata paripurna. Target minimal kami berada distrata madya,“ harapnya.
