"Kami pilih Lebanon dan Kuwait sebagai lawan uji coba karena mereka memiliki gaya bermain mirip tim-tim Timur Tengah yang akan kami hadapi. Kami ingin pemain fokus dan nyaman di kandang," ujar Erick Thohir.
Namun, keputusan ini menuai sorotan. Sebagian pengamat menilai bahwa uji coba tandang di Timur Tengah akan lebih efektif untuk membiasakan pemain dengan atmosfer laga di venue terpusat, terutama di Arab Saudi yang dikenal memiliki basis suporter besar dan tekanan psikologis tinggi.
Indonesia sendiri memiliki catatan positif melawan tim-tim Timur Tengah di putaran ketiga, dengan kemenangan atas Bahrain dan hasil imbang melawan Arab Saudi saat tandang, yang didukung oleh basis suporter Indonesia yang kuat di kawasan tersebut.
Persiapan Peserta Lain
Sementara itu, lima tim lain di putaran keempat, Arab Saudi, Qatar, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman, memilih pendekatan berbeda dengan menggelar TC atau uji coba tandang untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di Arab Saudi dan Qatar.
