“AS sendiri masih membeli bahan bakar nuklir dari kami untuk pembangkit listrik tenaga nuklirnya. Itu juga bahan bakar," kata Putin, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (5/12/2025).
Ia menambahkan bahwa persoalan pembelian energi semestinya dilihat dari sisi kepentingan nasional masing-masing negara dan tidak semata-mata dijadikan alat tekanan politik dalam hubungan internasional.
Menanggapi tudingan bahwa pembelian minyak Rusia oleh India dinilai mendukung pembiayaan Moskow, Putin mempertanyakan dasar logika tersebut.
“Jika AS memiliki hak untuk membeli bahan bakar kami, mengapa India tidak boleh memiliki hak yang sama? Pertanyaan ini layak untuk dibahas secara mendalam, dan kami siap untuk mendiskusikannya, termasuk dengan Presiden Trump,” ujar Putin dalam wawancara itu.
Data perdagangan menunjukkan bahwa impor minyak India dari Rusia pada bulan ini mencapai titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Penurunan tersebut terjadi di tengah tarif hukuman yang diberlakukan pemerintah AS terhadap India dengan alasan pembelian minyak murah Rusia dinilai berkontribusi terhadap pembiayaan konflik. Kebijakan itu turut mempengaruhi arus perdagangan energi antara New Delhi dan Moskow.
