Irsyad mengungkapkan, perancangan ide konsep sayembara yang ke-48 ini, menggunakan tagline Sela Rimba yang berangkat dari permasalahan deforestasi, akibat pertumbuhan perkotaan yang tak terkendali sehingga sulit untuk menemukan ruang-ruang hijau.
“Dari isu itu kita mencoba menciptakan sebuah guest house dengan desain statement bahwa apakah bangunan yang memiliki hutan, atau hutan yang memiliki bangunan, dimana kami memilih statement hutan yang memiliki bangunan. Bangunan yang kami desain berada di antara sela-sela pepohonan,” jelasnya, Senin (18/3/2024).
Meski dalam waktu yang singkat, Irsyad mengaku sempat memiliki kendala sebab team perancang yang terdiri dari tujuh orang tersebut tidak berada dalam satu lokasi yang sama, bahkan salah satunya sedang berada di Eropa.
“Persiapan tidak sampai semingguan, eksekusi desain sekitar tiga hari, kendalanya karena memang teman-teman sebagian bukan dari sulawesi, yang dari kendari saya, yang lain dari Palu, Bandung, Surabaya, Medan, Jakarta, dan ada satu teman masih melanjutkan pendidikannya di Eropa, kendalanya lebih mengatur waktu karena beda time zone, kesibukan masing-masing, dan online,” ungkapnya.
Salah satu rekan tim Irsyad dalam perancangan guest house Untad, Andriansyah mengungkapkan, Isryad adalah pribadi yang memiliki semangat tinggi dan berakhlak baik.
