KENDARI, TELISIK.ID - Masuknya putra Gubernur Ali Mazi, Alfian Taufan Putra di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra sebagai Wakil Ketua I dinilai tidak tepat waktu.
Pasalnya, setelah masuknya Alfian yang masih berstatus mahasiswa di pengurus inti, KONI Sultra langsung bergejolak lantaran perombakan struktur yang dinilai tidak prosedural.
Mantan Ketua Bidang Organisasi Kaderirasi Keanggotaan (OKK) KONI Sultra, LM Bariun menerangkan, meski putra Ali Mazi tersebut diusul oleh pengurus lama, namun bukan sebagai pemimpin, hanya untuk dibina agar ada regenerasi.
"Rapat sebelumnya kita sepakati. Artinya, masuk pengurus itu untuk belajar, bukan untuk Top Leader-nya," beber Bariun saat ditemui Selasa (14/12/2021).
Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sultra itu juga menerangkan, dengan masuknya sang putra gubernur di tengah kekisruhan KONI Sultra, justru dinilai sebagai pembunuhan moral bagi Alfian.
