Khaerul menjelaskan, tim yang mewawancarai peserta adalah dari staf ahli Presiden dan juga akademisi. Setelah melewati semua tahap, ia dinyatakan lulus untuk mengikuti program SSP mewakili Sulawesi Tenggara.

“Jujur ya, dari semua kegiatan nasional dan internasional yang pernah saya lewati, SSP ini yang paling greget. Karena, baru SSP ini yang seleksinya pakai wawancara dulu, dan diwawancara itu kita langsung berhadapan dengan staf ahli dan akademisi dari kampus-kampus top Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan, mental dan wawasan sangat perlu disiapkan dalam menghadapi seleksi untuk menjadi bagian SSP ini, sehingga ia berharap untuk anak-anak muda Sulawesi Tenggara untuk keluar dari zona nyaman. Jangan terlena dengan kemageran.

Baca Juga: Sensasi Makan Mie di Warmindo Marimie

“Kemudian nanti saya akan diundang untuk mengikuti serangkaian kegiatan selama 14 hari di istana negara, mulai 2 hingga 15 Juli 2023,” tambahnya.