Lusiana kemudian membeberkan, ia sebenarnya tidak memiliki hubungan yang begitu dekat dengan sanak keluarganya. Hal ini membuatnya lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan orang-orang Muslim.
Pada akhirnya, Lusiana mendapat hidayah untuk menjadi seorang mualaf di tahun 2014 dan menikah dengan lelaki Muslim. Pernikahan dan juga kesaksian Lusiana akan Allah yang Maha Esa disaksikan oleh anak dan keluarganya.
Saat itu, orang tua dan saudara-saudaranya marah dan kecewa atas pilihannya. Lusiana lalu ikut bersama suaminya untuk tinggal di rumah mertua, di Kota Makassar. Dirinya belajar salat dan berpuasa di sana.
Anaknya setiap kali berlibur ke rumah ayah tirinya, tidak disangka mulai tertarik dengan Islam. Lusiana senang karena anaknya mulai ikut berpuasa di bulan Ramadan dan merayakan lebaran bersama.
“Suamiku sampai bingung dan bertanya ke saya, kenapa anakku mau ikut puasa bahkan minta beli baju lebaran. Saya hanya bilang, mungkin dia senang saja karena banyak juga temannya di sini,” beber Lusiana.
