Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, mengatakan data yang kurang lengkap berpotensi menyebabkan barcode dinonaktifkan sementara oleh sistem.
“Ada kemungkinan karena cleansing system berkala karena data-data yang di dalam sistem kurang lengkap atau kurang sempurna,” ujar Roberth, seperti dikutip dari laman Detiknews, Senin (25/5/2026).
Selain proses pembersihan data, Pertamina juga rutin melakukan maintenance dan verifikasi berkala setiap awal bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah.
Baca Juga: Harga BBM Pertalite di Semua SPBU Indonesia Bukan Rp 10 Ribu, Ini Rincian Aslinya
Roberth menjelaskan, sistem MyPertamina sebelumnya juga sempat mengalami lonjakan pendaftaran pengguna. Kondisi tersebut memengaruhi performa layanan, meski kini disebut telah kembali normal.
