TIMOR TENGAH SELATAN, TELISIK.ID - Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, terpaksa diisolasi karena merebaknya kasus rabies. Desa Fenun merupakan lokasi awal munculnya kasus rabies di wilayah itu.

Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun mengatakan, merebaknya kasus rabies terjadi pada pekan lalu dan baru ketahuan saat ini, usai adanya laporan masuk soal hasil uji lab Balai Besar Veteriner Denpasar Bali.

Dia mengatakan, akibat kejadian tersebut sebanyak 10 orang menjadi korban gigitan anjing rabies. Dari 10 orang tersebut seorang korban dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Hati-Hati Puntung Rokok, Nusa Tenggara Timur Diprediksi Terjadi Angin Kencang Bersifat Kering

Baca Juga: Plt Menkominfo Rencana ke Nusa Tenggara Timur, Buka Harlah Pancasila di Ende