Kegiatan perkemahan diawali dengan upacara adat dengan mengusung tema “Bhineka Tunggal Ika”, Rabu pagi (10/11/21) bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Pada kesempatan tersebut, 58 PTK menampilkan pakaian adat dari daerah masing-masing. Racana IAIN Kendari memilih menggunakan pakaian adat Muna nuansa kuning yang tampil unik dan memukau di antara peserta lainnya.

Pimpinan kontingen yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAIN Kendari mengatakan, kegiatan nasional yang dilaksanakan dua tahun sekali ini menjadi sarana bagi anggota pramuka untuk menampilkan kreatifitas dalam memamerkan budaya lokal di samping kegiatan bakti sosial yang menjadi roh dari kegiatan kepanduan.

“Mereka mendapat kesempatan untuk memaksimalkan semua potensi yang ada di dalam dirinya untuk menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan menumbuhkan sikap inklusif, menerima perbedaan serta mengimplementasikan unsur moderasi beragama sesuai tema yang diusung dalam kegiatan PWN,” paparnya.

Ketua Racana IAIN Kendari, Muhammad Sabri mengatakan, pada kesempatan berikutnya Pramuka IAIN Kendari akan menampilkan kebudayaan Sulawesi Tenggara berupa Tari Kreasi Tiga Etnis Sulawesi Tenggara yang terdiri dari etnis Buton dengan tarian Manca, etnis Muna dengan Ende-Ende dan Tolaki dengan tari Lulo.