Wasiat berharga itu sering ia sampaikan agar para pebisnis tak salah langkah. Agar hanya meraup yang halal sehingga berkah. Jangan sampai menempuh jalan haram yang hakikatnya juga tak menambah jumlah; apalagi berkah.

Dalam nasihat itu ada pesan aqidah. Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pemberi Rezeki dan Dia telah menetapkan rezeki setiap hamba-Nya. Tak ada satu pun hamba-Nya di muka bumi ini kecuali Dia limpahkan rezeki.

Sebagaimana tercantum dalam firman-Nya, “Dan tidak ada satu pun makhluk yang melata di bumi kecuali atas Allah rezekinya,” (QS. Hud: 6).

Dan rezeki itu telah ditetapkan. Dengan jumlah yang tak bisa bertambah jika menempuh cara haram, tak juga bisa berkurang jika menempuh cara halal. Maka sungguh merugi mereka yang tertipu; beranggapan rezekinya akan bertambah dengan menghalalkan segala cara. Tak peduli syubhat dan haram, tak peduli merugikan dan membahayakan orang, tak peduli menzalimi dan menyakiti, tak peduli menipu dan korupsi.

Mereka mengira dengan melakukan cara-cara haram rezekinya akan bertambah. Padahal tidak sama sekali. Bahkan yang sebenarnya terjadi, tidak seorang pun meninggal kecuali rezekinya telah sempurna diterimanya.