Saat dewasa, Eka memutuskan berdagang sendiri dengan menjual berbagai barang. Ia pernah menjual kelontong, babi, roti, sirup, limun, hingga biskuit. Semua dilakukan secara door-to-door hingga ke pulau-pulau lain. Bahkan, ia pernah berdagang kopra hingga Pulau Selayar.
Baca Juga: Update 10 Orang Terkaya di Dunia 2024 dengan Harta Ribuan Triliun, Bill Gates Tak Masuk Daftar
“Tahun 1950 ia mulai berdagang kopra sampai Pulau Selayar,” tulis Sam Setyautama, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (26/12/2024).
Awal Berdirinya Sinar Mas
Setelah lama berdagang di Sulawesi, Eka pindah ke Surabaya. Di sana, ia menjalankan strategi pemasaran unik dengan menjual di bawah harga pasar. Hasil bumi dijualnya Rp9,5, meski harga pasar Rp10. Cara ini mendatangkan banyak pembeli dan keuntungan besar.
